Pangkalpinang – “Apa sebenarnya ideologi Muhammadiyah?” Pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam dialog Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) Ir. Fadillah Sabri, S. T., M. Eng., IPM., bersama para dosen muda dalam kegiatan Penguatan Ideologi Muhammadiyah bagi Dosen Muda di lingkungan Unmuh Babel, Sabtu, 3 Oktober 2026, di Gedung Rusli Rachman. Pertanyaan itu menjadi pintu masuk Fadillah menjelaskan makna ideologi Muhammadiyah secara mendasar.
Dalam kegiatan bertajuk Pembekalan dan Pembinaan Dosen Memahami dan Menghidupkan Ideologi Muhammadiyah dalam Profesi Dosen dan Amal Usaha di Unmuh Babel tersebut, ia mengajak dosen memahami Muhammadiyah bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan yang memiliki gagasan, nilai, cita-cita, dan arah perjuangan.
Fadillah menjelaskan, ideologi merupakan sistem gagasan dan nilai yang memberi makna terhadap realitas, menentukan arah yang dianggap ideal, sekaligus mendorong tindakan bersama. Karena itu, kesamaan gagasan dan nilai menjadi dasar bagi sekelompok orang untuk bergerak menuju tujuan yang sama.
“Jadi gagasan bersama itu diikat dengan nilai-nilai yang sama sehingga membuat kita bergerak bersama-sama,” ujarnya.
Ia kemudian mengaitkan pemahaman tersebut dengan Muhammadiyah sebagai gerakan yang membutuhkan kerja kolektif. Menurutnya, perubahan tidak dapat dilakukan secara individual, sehingga diperlukan organisasi dan kebersamaan untuk mencapai tujuan.
“Kalau mau maju harus berorganisasi. Tidak bisa sendiri-sendiri, harus bersama-sama, harus kolektif. Kita harus maju bersama di Unmuh,” tegasnya.
Pada bagian inilah Fadillah mengerucutkan pembahasan pada pertanyaan awal: apa sebenarnya ideologi Muhammadiyah?
“Kalau ditanya apa sebenarnya ideologi Muhammadiyah? Ideologi Muhammadiyah adalah Islam reformis-modern atau Islam yang berkemajuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan berorientasi pada pembaruan, dengan sumber ajaran Al-Qur’an dan sunah yang murni. Semangat tersebut menjadi landasan Muhammadiyah dalam menjalankan gerakannya untuk mewujudkan kehidupan umat yang berkemajuan.
BACA JUGA

Pemahaman terhadap ideologi tersebut, lanjut Fadillah, penting bagi dosen muda karena mereka bukan hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga menjadi bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah. Nilai-nilai Muhammadiyah perlu dihidupkan dalam profesi melalui dakwah, tajdid, Caturdarma, keteladanan, serta pengabdian kepada umat dan bangsa.
Dialog berlangsung dua arah. Dosen muda turut menyampaikan pengalaman dan pandangannya mengenai Muhammadiyah, termasuk Cindy, dosen baru Program Studi PGSD yang sebelumnya menempuh pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), serta Aris, dosen baru Program Studi Pariwisata asal Pekanbaru yang menyoroti luasnya perhatian Muhammadiyah terhadap bidang pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Fadillah juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat fastabiqul khairat dan sami’na wa atha’na dalam menjalankan amanah sebagai bagian dari Muhammadiyah.
Melalui penguatan tersebut, para dosen muda diajak memahami bahwa ideologi Muhammadiyah bukan sekadar konsep, melainkan sistem gagasan dan nilai yang menjadi dasar untuk bergerak bersama serta menghidupkan semangat Muhammadiyah dalam pengabdian kepada umat dan bangsa.
“Islam agamaku, Muhammadiyah gerakanku, Unmuh Babel pengabdianku untuk umat dan bangsa,” menjadi pesan yang merangkum semangat penguatan ideologi tersebut. (MJ)

Ayo kuliah di UnMuh BaBel kampus yang Berkemajuan dan Mencerahkan”, Info lengkap hubungi WA Admin (0812 – 7493 – 1707) Website pmb : pmb.unmuhbabel.ac.id IG : https://instagram.com/unmuh_babel FB : https://www.facebook.com/unmuh.bangkabelitung Youtube : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
The post Apa Sebenarnya Ideologi Muhammadiyah? Ini Penjelasan Rektor Di Hadapan Dosen Muda first appeared on UNMUH BABEL.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.