jpnn.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan para peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 tetap mendapatkan uang pembinaan.

Hal itu disampaikan Mu’ti saat menutup sekaligus memberikan penghargaan kepada para peraih medali OSN Jenjang Pendidikan Menengah 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Menurut Mu’ti, pemerintah tengah menyiapkan perbaikan sistem penyelenggaraan dan skema pembiayaan penghargaan OSN.

Dia membuka peluang adanya peningkatan hadiah pada pelaksanaan OSN tahun depan.

“Mudah-mudahan di tahun depan sistemnya kami perbaiki dan hadiahnya kita tingkatkan lagi,” kata Mu’ti dikutip JPNN.com, Selasa (22/9).

Untuk OSN jenjang SD, MI, dan sederajat, peraih medali emas mendapatkan uang pembinaan Rp 15 juta.

Sementara itu, peraih medali perak memperoleh Rp 10 juta dan peraih medali perunggu mendapatkan Rp 5 juta.

Besaran uang pembinaan yang sama juga diberikan kepada peraih medali OSN jenjang SMP, MTs, dan sederajat.

Adapun untuk jenjang SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat, nominal penghargaan lebih besar.

Peraih medali emas mendapatkan Rp 25 juta, perak Rp 20 juta, dan perunggu Rp 15 juta.

“Medali emas Rp 25 juta, medali perak Rp 20 juta, medali perunggu Rp 15 juta,” ujar Mu’ti.

OSN jenjang pendidikan menengah tahun ini diikuti 566 talenta sains dari berbagai daerah.

Mereka berkompetisi dalam sembilan bidang, yakni astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 peserta berhasil meraih medali emas.

Kemudian, 90 peserta meraih medali perak dan 135 peserta memperoleh medali perunggu.

Mu’ti menegaskan, penghargaan bagi peserta OSN tidak hanya berupa medali dan uang pembinaan.

Para siswa berprestasi juga berkesempatan mendapatkan pembinaan lanjutan sebagai bagian dari pengembangan talenta sains.

“Pemerintah juga menekankan bahwa penghargaan OSN tidak berhenti pada medali dan uang pembinaan,” ujarnya.

Para peraih medali dapat memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan di Pelatnas, program pengembangan talenta, beasiswa, hingga peluang masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi.

Pemerintah juga membuka peluang bagi para talenta tersebut untuk dipersiapkan mengikuti kompetisi sains di tingkat internasional.

Sumber Informasi & Rujukan UMM
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#PTMA

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...