ums.ac.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama Ikatan Guru Bustanul Athfal Aisyiyah (IGABA) Kecamatan Baki, Sukoharjo. Kegiatan ini mengangkat tema pendampingan administrasi keuangan personal berbasis pencatatan digital, dengan tujuan meningkatkan literasi sekaligus kesejahteraan finansial para guru IGABA Baki.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M): Dosen -Tendik Berkontribusi, yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan tenaga kependidikan Program Studi Akuntansi FEB UMS dengan mitra di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Acara dibuka oleh Dr. Mahameru Rosy Rochmatullah, S. E., M. Si., yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Akuntansi FEB UMS sekaligus anggota tim pengabdian.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi, khususnya UMS dan Program Studi Akuntansi FEB UMS, dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, dalam hal ini mitra IGABA.

“Kerja sama antara UMS dan IGABA bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk transfer pengetahuan, pendampingan, pemberdayaan, serta penerapan ilmu yang diharapkan memberikan manfaat praktis bagi para guru IGABA dalam mengelola keuangan pribadi mereka,” ujarnya, Rabu, (7/10/2026).

Materi utama kegiatan disampaikan oleh Dr. Didik Prasetyanto, S. E., M. H., CTT., selaku Ketua Tim Pengabdian sekaligus Dosen Program Studi Akuntansi FEB UMS.

Dalam pemaparannya, Didik mengangkat kondisi yang selama ini dihadapi para guru.

“Kondisi yang selama ini dihadapi para guru yaitu belum terbiasanya mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin, belum tersusunnya anggaran bulanan, serta minimnya strategi dalam mengelola tabungan dan dana darurat,” ungkapnya.

Materi disusun secara bertahap, dimulai dari pengenalan literasi dan administrasi keuangan personal, dilanjutkan dengan penyusunan anggaran bulanan, teknik pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengelolaan tabungan dan dana darurat, hingga penyusunan target dan rencana keuangan yang terpadu.

Setiap materi disampaikan dengan pola konsep, contoh, cara menerapkan, dan latihan, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktekkannya di tempat.

Dalam sesi ini, Didik mengajak diskusi para peserta melalui studi kasus yang menggambarkan situasi keuangan yang kerap dialami guru, mulai dari pengeluaran yang sulit dikendalikan hingga godaan pinjaman daring yang menawarkan pencairan cepat tanpa syarat.

“Materi yang saya bawakan ini relevan dengan keseharian guru, karena kebiasaan mencatat dan merencanakan keuangan dapat diterapkan langsung, baik dalam pengelolaan uang pribadi maupun dalam aktivitas mengajar, misalnya saat menyusun anggaran untuk bahan media pembelajaran atau mengelola iuran kegiatan sekolah secara lebih tertib,” katanya.

Selain unsur dosen, kegiatan ini turut melibatkan tenaga kependidikan Cheetara Novatriyanti Surya Adi, S. Kom., yang memberikan pendampingan kepada para guru IGABA selama kegiatan berlangsung.

“Pada pendampingan ini kami fokuskan pada proses praktik, penggunaan perangkat atau media digital, serta aspek teknis lain yang menunjang pelaksanaan materi, sehingga peserta dapat mengikuti sesi praktik dengan lebih lancar,” ujarnya.

Salah satu hal yang menjadi penekanan dalam kegiatan ini adalah bahwa peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pedoman praktik langsung berupa buku praktik yang diberikan kepada masing-masing peserta.

“Buku ini dirancang agar peserta dapat mempraktikkan materi yang telah diberikan secara bertahap selama 30 hari kedepan,” ujarnya.

Melalui buku praktik ini, peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh, membangun kebiasaan baru dalam mengelola keuangan, menjalankan praktik secara konsisten, mendokumentasikan proses dan hasil prakteknya, serta melakukan evaluasi mandiri terhadap penerapan materi yang telah dipelajari.

Kegiatan ini diikuti oleh para guru yang tergabung dalam IGABA Kecamatan Baki, Sukoharjo, yang selama ini mengelola kegiatan belajar-mengajar di lingkungan Bustanul Athfal Aisyiyah. Sepanjang kegiatan, peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi, studi kasus, maupun praktik penyusunan lembar keuangan pribadi yang dipandu langsung oleh tim pengabdian.

Kepala IGABA Baki, Mardiyah, S. Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa senang karena materi disampaikan secara detail dan dinilai sangat bermanfaat bagi para guru IGABA Baki.

“Saya berharap kegiatan pendampingan serupa dapat terus berlanjut, mengingat pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan oleh IGABA ke depan,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, para guru IGABA Baki diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan praktis untuk menyusun anggaran, mencatat arus kas pribadi, serta merencanakan tabungan dan dana darurat secara lebih tertata.

Bagi IGABA sebagai lembaga mitra, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan finansial para anggotanya sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pendidikan di lingkungan Bustanul Athfal Aisyiyah.

Bagi UMS, khususnya Program Studi Akuntansi FEB UMS, kegiatan yang digelar pada Selasa, (29/9/2026) tersebut dapat menjadi bagian dari komitmen menjalankan tri dharma perguruan tinggi melalui pengabdian yang membumi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari pendampingan dan kerja sama yang berkelanjutan dengan IGABA Baki, bukan sekadar kegiatan yang berhenti setelah satu kali pertemuan,” pungkas Didik selaku ketua Tim pengabdian. (Adi/Humas)

Sumber Informasi & Rujukan UMS
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#Pendidikan Tinggi

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...