Lamongan, Suara ‘Aisyiyah - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu'ti hadir pada Puncak Kesyukuran 4 Dasawarsa Pondok Pesantren Al-Ishlah Lamongan, Jawa Timur, Ahad, (27/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pendidikan bermutu, penguatan karakter, serta pembelajaran mendalam.

Ia juga mendorong lembaga pendidikan untuk tidak hanya mengejar jumlah peserta didik, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu menghadapi perubahan zaman.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat menjalankan tugas pendidikan hanya dengan mengandalkan anggaran negara. Sehingga keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu. 

"Karena itu, ketika kami diberi amanah oleh Pak Presiden Prabowo untuk melaksanakan tugas di bidang pendidikan dasar dan menengah, kami sesuai dengan Asta Cita yang keempat dan juga amanah konstitusi. Yakni memiliki visi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dengan partisipasi semesta,” ujar Abdul Mu'ti.

Ia menjelaskan, bahwa pemerintah juga memberikan perhatian kepada sekolah swasta melalui program revitalisasi. Pada 2025, pemerintah memberikan program revitalisasi kepada 16.167 sekolah, dengan 23 persen di antaranya merupakan sekolah swasta. 

Menurutnya, sekolah swasta merupakan bagian dari kekuatan pendidikan Indonesia sehingga pemerintah perlu memberikan dukungan.

Apresiasi Kiprah Al-Ishlah

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu juga menegaskan, bahwa pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual. Namun perlu membangun iman, akhlak, karakter, dan kecerdasan spiritual peserta didik. 

"Karena bangsa yang maju membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan berilmu, tetapi ilmu tersebut harus disertai nilai moral. Di situlah pendidikan tidak boleh hanya fokus pada mencerdaskan otak saja, tapi juga harus ada kecerdasan spiritualnya. Dan inilah yang diletakkan dalam pendidikan di Al-Ishlah ini,” katanya.

Abdul Mu'ti juga menyoroti tantangan pendidikan di tengah perkembangan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

Ia menilai, dunia pendidikan tidak boleh menolak perkembangan teknologi, tetapi juga tidak boleh sepenuhnya bergantung atau membiarkan teknologi mendikte proses pendidikan.

Ia mendorong lembaga pendidikan untuk membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, sekaligus membangun karakter serta akhlak yang baik. Menurutnya, pendidikan perlu mengintegrasikan ilmu agama, sains, teknologi, dan kehidupan nyata.

Harapan untuk Al-Ishlah

Di akhir pidatonya, Abdul Mu'ti berharap Pondok Pesantren Al-Ishlah terus berkembang dan menjadi salah satu model penerapan pembelajaran mendalam dalam pendidikan Islam. 

Ia juga berharap pendidikan di Al-Ishlah mampu menghasilkan generasi yang mencintai sains dan teknologi, memiliki pemahaman agama yang kuat, serta berakhlak baik.

Ia menegaskan bahwa integrasi antara Al-Qur'an, sains, dan kehidupan nyata menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan pendidikan dan bangsa. 

“Sehingga antara Al-Qur'an, sains dan kehidupan nyata ini tidak terpisahkan. semuanya merupakan satu kesatuan yang membawa kita kepada kemajuan,” kata Abdul Mu'ti. (Maulana Rendy)-Nely

Sumber Informasi & Rujukan suara aisyiyah
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...